aku punya sebuah grup rahasia, itu rumahku. di sana ada Amnesia Gb dan The twin, juga beberapa orang lain yang hebat.
disitu kami sekeluarga memberikan semangat, curhat, bedah karya, belajar, tertawa, menangis bersama. di situ aku mendapat kehangatan, meski hanya dengan ucapan, ah bahkan tak di ucap hanya tulisan. tapi aku merasa tak sendiri. mereka sangat penting untukku, mereka yang membangunkanku saat aku jatuh. bahkan mereka yang menjatuhkanku lalu membangunkanku lagi.
seandai itu masih seperti dulu, seandainya rumah itu sehangat dulu. mungkin aku betah, tapi sekarang rumah itu dingin. ada beberapa masalah, yang membuat beberapa keluargaku keluar dari rumah--aku menangis setiap ada yang keluar. tapi akhirnya mereka kembali ke rumah, meski dalam ke adaan cangung dan aneh. kemarin, idolaku--guruku, kakakku--keluar. dan aku merasa tak ada yang mempedulikanku. tentu saja aku menangis. aku juga ikut keluar. tapi hari ini aku kembali ke rumah, membawa idolaku dengan paksa kembali ke rumah. dia sedikit jengkel, dan berkata aku lebay. aku tak peduli. aku egoiskan Bum. dan kau tahu Bum, orang yang memasukanku kerumah itu. juga keluar dari rumah. dia membujukku untuk kembali, tapi dia malah pergi. itulah dingin yang aku maksud, makanya aku tak betah disana. karena aku tak ingin di anggap cengeng, menangis setiap kali ada yang keluar. alasanku keluar dari rumah karena
AKU TAK BISA MELIHAT MEREKA KELUAR, ITU MEMBUATKU MENANGIS--SEDIH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar