Entahlah, apa aku bodoh atau benar-benar bodoh? kenapa aku tidak bisa menebak seseorang menggunakan 'wajah' palsu atau asli?
Sedikit kecewa setelah, mengetahui semua itu. tapi toh, ini dunia yang tak nyata, kenapa harus di pikirkan.
aku masih bisa mendekat dan mendapat sahabat. Yang terpenting, jangan menyukai orang melebihi kau menyukai dirimu sendiri dan juga jangan mencintai orang lebih dari cinta kepada Allah.
Setidaknya meskipun terlambat, aku tahu. aku kecewa, tapi toh selama ini kamu sudah membantuku. aku bertrimakasih dan tak membencimu. bahkan, aku bedoa untukmu. semoga kau tahu. 'Wajah' itu tak pantas untukmu, gantilah dengan 'wajah' yang baik sebaik kau membantuku.
Aku tahu, orang baik mudah di manfaatkan. Tapi, jangan manfaatkan perasaanku. Perasaan orang-orang yang baik kepadamu, orang-orang yang tulus mencintaimu. Jujur aku sedikit kecewa tadi malam, karena lebih memilih membela kau, dan membenci dia.
aku tidak mau di manfaatkan, tapi aku ingin memanfaatkanmu. karena memanfaatkanmu, sama saja membantumu mendapat amal jariyah.
karena aku selalu mendoakan orang-orang yang membantuku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar