Senin, 20 Januari 2014

Manusia itu punya dua 'wajah'







Entahlah, apa aku bodoh atau benar-benar bodoh? kenapa aku tidak bisa menebak seseorang menggunakan 'wajah' palsu atau asli? 

Sedikit kecewa setelah, mengetahui semua itu. tapi toh, ini dunia yang tak nyata, kenapa harus di pikirkan.
aku masih bisa mendekat dan mendapat sahabat. Yang terpenting, jangan menyukai orang melebihi kau menyukai dirimu sendiri dan juga jangan mencintai orang lebih dari cinta kepada Allah.

Setidaknya meskipun terlambat, aku tahu. aku kecewa, tapi toh selama ini kamu sudah membantuku. aku bertrimakasih dan tak membencimu. bahkan, aku bedoa untukmu. semoga kau tahu. 'Wajah' itu tak pantas untukmu, gantilah dengan 'wajah' yang baik sebaik kau membantuku. 

Aku tahu, orang baik mudah di manfaatkan. Tapi, jangan manfaatkan perasaanku. Perasaan orang-orang yang baik kepadamu, orang-orang yang tulus mencintaimu. Jujur aku sedikit kecewa tadi malam, karena lebih memilih membela kau, dan membenci dia. 

aku tidak mau di manfaatkan, tapi aku ingin memanfaatkanmu. karena memanfaatkanmu, sama saja membantumu mendapat amal jariyah.

karena aku selalu mendoakan orang-orang yang membantuku.

Minggu, 19 Januari 2014

Aku salah, bisakah kau memaafkanku??



dalam hidup ini ada dua hal yang paling aku benci:
* ditinggalkan
* meninggalkan

hari ini aku merasakan kembali ditinggalkan, tapi itu pantas. aku memang orang jahat, aku memang suka ngeropotin, aku yang tak pernah bisa membantu kalian. kalian yang membantuku, tapi aku tak pernah membantu kalian. 
di dunia nyata, aku merasa sendirian. tapi di dunia maya, aku punya kalian. saat tidak bisa tidur aku online dan melihat salah satu dari kalian online. yang sering kak adam. kau kakakku yang paling tegar, aku belajar banyak darimu. aku yang lemah dan cengeng, manja, masalah kecil saja aku besar-besarkan. membuat semuanya menjadi sedih. sifat kakak adalah kebalikanku.
aku orang yang mudah ngomong lewat tulisan, aku tak pernah memikirkan tentang tulisanku. mungkin karena di dunia nyata, aku sulit untuk bicara. makanya aku cerewet di dunia maya. dan kau mau mendengarkannya. 
hari ini aku membuat kesalahan besar, aku hampir lupa cita-cita kita membangun rumah itu. cita-cita kita bersama.

Ini adalah rumah kami di dunia maya.
tempat kami berkeluh kesah dan berbagi rupa-rupa kisah.
ka
mi akan tertawa di sini dan kami pun akan menangis di sini.

Takdir telah mempertemukan kami.
cinta dan kasih sayang telah menyatukan jiwa-jiwa kami yang terserak di segenap penjuru bumi.

Kami berjanji, menjaga setiap sudut rumah ini dengan cinta kasih.
saling menguatkan, saling mengerti, saling mengajari dan saling menasehati.

Persahabatan ini akan abadi. kami akan mengenang hari ini. mengenang masa-masa yang menyenangkan dan menyedihkan yang kami lalui.
bila sang waktu memaksa pergi, semoga di syurga nanti kami di kumpulkan kembali.

Amiinn

Persahabatan kami yang bahagia

Adam Yudhistira
Arief Sang Orrion
Yhati Melody
Keyzia Chan
Ernawati Herman
Zahra Diyzha
Vita Story
Mita Idhatul

Semoga Abadi.



Aku salah, aku jahat, adakah kesempatan lagi untukku memperbaiki?? aku minta maaf... aku sayang kalian.

Rumahku di Dunia Maya








aku punya sebuah grup rahasia, itu rumahku. di sana ada Amnesia Gb dan The twin, juga beberapa orang lain yang hebat.

disitu kami sekeluarga memberikan semangat, curhat, bedah karya, belajar, tertawa, menangis bersama. di situ aku mendapat kehangatan, meski hanya dengan ucapan, ah bahkan tak di ucap hanya tulisan. tapi aku merasa tak sendiri. mereka sangat penting untukku, mereka yang membangunkanku saat aku jatuh. bahkan mereka yang menjatuhkanku lalu membangunkanku lagi.

seandai itu masih seperti dulu, seandainya rumah itu sehangat dulu. mungkin aku betah, tapi sekarang rumah itu dingin. ada beberapa masalah, yang membuat beberapa keluargaku keluar dari rumah--aku menangis setiap ada yang keluar. tapi akhirnya mereka kembali ke rumah, meski dalam ke adaan cangung dan aneh. kemarin, idolaku--guruku, kakakku--keluar. dan aku merasa tak ada yang mempedulikanku. tentu saja aku menangis. aku juga ikut keluar. tapi hari ini aku kembali ke rumah, membawa idolaku dengan paksa kembali ke rumah. dia sedikit jengkel, dan berkata aku lebay. aku tak peduli. aku egoiskan Bum. dan kau tahu Bum, orang yang memasukanku kerumah itu. juga keluar dari rumah. dia membujukku untuk kembali, tapi dia malah pergi. itulah dingin yang aku maksud, makanya aku tak betah disana. karena aku tak ingin di anggap cengeng, menangis setiap kali ada yang keluar. alasanku keluar dari rumah karena


AKU TAK BISA MELIHAT MEREKA KELUAR, ITU MEMBUATKU MENANGIS--SEDIH.